Mengapa S2 di Unram?

Banyak orang merasa bahwa kuliah di barat lebih baik daripada di timur, apalagi Indonesia Timur. Tetapi, hal itu hanya ‘sugesti’ saja dan celakanya rasa itu telah merasuk dalam diri setiap manusia. Sebenarnya kuliah di dekat rumah sendiri memiliki lebih banyak keuntungan.

Pertama, kuliah, apalagi s2 atau S3, memerlukan biaya yang tidak sedikit, walau banyak orang yang memilih kuliah untuk keuntungan finansial. Memang, biaya kuliah tidak jadi masalah jika mendapatkan beasiswa, tetapi biaya sosial sering terabaikan. Jika anda kuliah jauh ke Jawa, misalnya, anda harus meninggalkan anak dan istri/suami dan jauh dari mereka memerlukan biaya sosial yang tidak sedikit. Bahkan, ada rumah tangga bubar karena berjauhan, biaya tak sedikit karena dapur terpisah jadi dua. Jika anda kuliah di dekat rumah anda, dapur tetap sama, dan anak istri masih tetap di dekat.

Kedua, jika anda kuliah di luar daerah, anda harus mendapatkan surat tugas belajar. Itu berarti anda harus meninggalkan pekerjaan anda, jabatan anda, dan segala kenyamanan yang sudah anda miliki. Bahkan, tunjangan profesi guru anda harus ditinggalkan. Jika anda kuliah di dekat anda, di Unram misalnya, anda cukup memperoleh IJIN BELAJAR dari atasan anda dan anda masih tetap dapat menikmati fasilitas yang anda miliki sebelumnya.

Ketiga, banyak orang mempertimbangkan mutu. Kalau kuliah di Jawa, misalnya, mutunya lebih bagus. Itu sih katanya. Dunia sekarang global melalui internet, bahan bacaan sudah berada dalam genggaman tangan melalui handhone, tab, atau internet. Mutu bukan lagi tergantung dosen atau universitasnya, tetapi tergantung kerja keras individu mahasiswa. Bahkan, dosen-dosen dari pulau Jawa juga S2 atau S3 di tempat sama dengan dosen dari Indo Timur dan dari pengalaman pribadi saya, dosen Indo Timur malah lebih unggul dengan keunikan budaya yang dimiliki.

Jadi, jika anda kuliah di dekat rumah anda, di Unram misalnya, anda memperoleh keuntungan dari biaya pendidikan yang lebih murah (dan bukan murahan), biaya sosial yang terkendali, dan mutu yang dapat dipertanggungjawabkan, walau kita harus tetap berhati-hati pada PT yang menyelanggarakan pendidikan ilegal, misalnya membuka program tertentu walau belum memenuhi syarat, membuka kelas jauh, membuka kelas Jum’at, Sabtu dan Minggu, atau membuka program STIA (sekolah tidak ijazah ada).

 

 

About kyusra

Kamaludin Yusra is a lecturer at the English Department of FKIP Mataram University. His main interest is on language teaching, materials development and the role of language in human life. He is currently working on teaching English to young learners. He is also working on the role of languages on the construction of identities and solidarity among transmigrants on Sumbawa Island.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s